SANDAL JEPIT KIAI
Mengikuti langkah sang kiai, mungkin kata itu yang tercuat dari benak saya, sebagaimana maklumnya seorang santri di berbagai pesantren pada umumnya. kita sebagai santri sudah seharusnya patuh dan manut atas perintah guru dan itu kata2 yang sering terdengar di telinga kita, dan kata di atas termasuk kata yang yunik alias unik menurut saya, barang yang banyak akan manfaat, kalaupun ia bisa menjerit ia akan menjerit2 sekencang2nya & kalaupun ia bisa mendengarkan akan aku ucapkan terima kasih padanya, tapi ternyata ia bisu & tuli, namun di dalam kebisuannya dan ketuliannya ia terdapat filosofi2 tersendiri bagi orang yang mau memikirkannya.
Dan ada salah satu kejadian menarik yang saya jumpai di pondok tebuireng , yang mana mungkin selalu terjadi setiap hari karena saya menjumpai ini dua kali, yaitu ketika solat maghrib sudah dilaksanakan, dan wiridan pun sudah usai, sketika itu saya melihat imam solat maghrb dikerubungi santri2 dan mencium punggung tangan kiai dengan takdim, aku pun kalut dan ikut menciumnya, hati pun terasa segar sperti diguyur hujan, bukan hanya itu para santri pun merelakan surbannya untuk dilewati si imam bagai presiden melewati redcarpet, itu menuju sandal jepit pak kiai, sungguh pemandangan yang langka, mari kita telusuri jejak sandal jepit pak kiai. mungkin karena kejadian itulah blog ini saya namai sandal jepit kiai. Dan bukan sekedar nama yang kami harapkan, selebihnya semoga kita sebagai insan bisa meneruskan tongkat estafet kiai dengan sepenuh jiwa dan raga, kurang lebih itu haranpannya.......amieeeen
Komentar
Posting Komentar