CERPEN
Putri guruku W aktu itu mentari terlihat sayup-sayup melambai pada sore hari. Menunjukkan bahwa ia akan menenggelamkan dirinya. Kemilau mega kemerah-merahan, sungguh menawan. Bagaikan bunga mawar setaman berhamburan di atas awan. Semilir angin yang sedang bergoyang goyang menambahkan sejuknya fikiran. Ketika itu aku menyusuri jembatan sungai yang panjang. Di tambah semua kendara an yang lalu lalang berkeliaran di atas jembatan. Aku yang tertatih-tatih melewati trotoar jembatan dengan raut wajah yang payah dan kecapean. Langsung segar ketika wajah dihadapkan aliran sungai yang sedang asyik menari-nari menuju pelimbahan. Sampailah diujung jembatan. Delman yang dari tadi sabar menunggu para penumpang untuk menaikinya. Dan itulah aku penumpang terakhir yang akan diberangkatkan. Bunyi khas tapal kuda ’’ketoplak-ketopak’’ menyusuri sepanjang jalan. Pepohonan yang berjajar dipinggir jalan seperti menyambut dengan kata selamat datang. Akhirnya turunlah aku didepan bangunan yan...