Postingan

Menampilkan postingan dari 2012

CERPEN

  Putri guruku W aktu itu mentari terlihat sayup-sayup melambai pada sore hari. Menunjukkan bahwa ia akan menenggelamkan dirinya. Kemilau mega kemerah-merahan, sungguh menawan. Bagaikan bunga mawar setaman berhamburan di atas awan. Semilir angin yang sedang bergoyang goyang menambahkan sejuknya fikiran. Ketika itu aku menyusuri jembatan sungai yang panjang. Di tambah semua kendara an yang lalu lalang berkeliaran di atas jembatan. Aku yang tertatih-tatih melewati trotoar jembatan dengan raut wajah yang payah dan kecapean. Langsung segar ketika wajah dihadapkan aliran sungai yang sedang asyik menari-nari menuju pelimbahan. Sampailah diujung jembatan. Delman yang dari tadi sabar menunggu para penumpang untuk menaikinya. Dan itulah aku penumpang terakhir yang akan diberangkatkan. Bunyi khas tapal kuda ’’ketoplak-ketopak’’ menyusuri sepanjang jalan. Pepohonan yang berjajar dipinggir jalan seperti menyambut dengan kata selamat datang.  Akhirnya turunlah aku didepan bangunan yan...

SANDAL JEPIT KIAI

 Mengikuti langkah sang kiai, mungkin kata itu yang tercuat dari benak saya, sebagaimana maklumnya seorang santri di berbagai pesantren pada umumnya. kita sebagai santri sudah seharusnya patuh dan manut atas perintah guru dan itu kata2 yang sering  terdengar di telinga kita, dan kata di atas termasuk kata yang yunik alias unik menurut saya, barang yang banyak akan manfaat, kalaupun ia  bisa menjerit ia akan menjerit2 sekencang2nya & kalaupun ia bisa mendengarkan akan aku ucapkan terima kasih padanya, tapi ternyata ia bisu & tuli, namun di dalam kebisuannya dan ketuliannya ia terdapat filosofi2 tersendiri bagi orang yang mau memikirkannya. Dan ada salah satu kejadian menarik yang saya jumpai di pondok tebuireng , yang mana mungkin selalu terjadi setiap hari karena saya menjumpai ini dua kali, yaitu ketika solat maghrib sudah dilaksanakan, dan wiridan pun sudah usai, sketika itu saya melihat imam solat maghrb dikerubungi santri2 dan mencium punggung tangan kiai de...