KECUPAN TERAKHIRKU Sebulan yang lalu rumah ini penuh dengan keramaian. Nuansa pelaminan masih lekat dalam benak pikiranku. Sungguh tak terlupakan, ketika canda tawa mulai mencair dan senyumannya mulai bermekaran. Dia sangat cantik malam itu. Khas dengan gaun pengantin pada umumnya. Meskipun semua pasang mata tertuju pada aku dan dia. Aku pun tak menghiraukan, biarlah aku asyik bercanda dengan nya dan pelaminan pun menjadi milik kita berdua. Mungkin dalam benak mereka ada yang iri atau bahkan ada yang ‘’ Ah , saya juga sudah pernah seperti itu.’’ Tapi semua itu sudah berlalu, kini dia adalah milikku. Dan mulailah lembaran kehidupan yang baru. ‘’ kang mas, kang mas,,,?’’ terdengar suara dari kejahuan. Sangat jauh sekali, suara itu mulai mendekat, lebih dekat, dan mulai Nampak, ternyata itu istriku. ‘’ kang mas mau makan apa,,,?’’ tanyanya. ‘’ terserah, apa yang adek masak mas pasti suka.’’ Jawabku lirih. ‘’ oh yach, tambahkan sambal ya, dan jangan lupa kalau masak pa...